PENYERAHAN BINGKISAN KEPADA ANAK-ANAK TINGKAT SD/SMP SEDESA SUSUT DAN PENGENALAN KOLAM RENANG TAMAN GERIA DESA SUSUT
( SOTK ) SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA SUSUT.
PENYERAHAN BIBIT TANAMAN HATINYA PKK 26 MEI 2026
PELATIHAN HATINYA PKK DESA SUSUT TAHUN ANGGARAN 2026
PEMBINAAN BADAN PERMUSIAWARATAN DESA (BPD) RABU 20 MEI 2026
PEMBINAAN PERANGKAT DESA TAHUN ANGGARAN 2026, 18 MEI 2026
PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DESA SUSUT 13, MEI, 2026
PROGRAM POSYANDU SERENTAK 19 MEI 2026
PROGRAM POSYANDU SERENTAK 19 MEI 2026
UPACARA PEMELASPAS RUANGAN PERBEKEL DESA SUSUT
berita-desa
-
Satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.
jumat,(7/9/2018) Desa Susut melaksanakan kegiatan pembinaan Linmas guna untuk mengoptimalkan kinerja Linmas di masing-masing wilayah, ...
-
Salah satu manfaat pengembangan istem Informasi Desa adalah sebagai media transparansi, mulai dari perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan APBDesa, sebagaimana diamanahkan dalam Undang - Undang Desa.
Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Desa Susut mengelola anggaran desa sebesar Rp. 5.924.544.925,- dana ini bersumber dari PAD sebesar Rp. 42.198.480,- Dana Desa (APBN) sebesar Rp. 719.619.000,- Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 1.587.491.000,- BHP sebesar Rp. 23.651.000,- BHR sebesar Rp. 41.960.000,- PBP sebesar ...
-
Sebetulnya Desa Susut memiliki banyak potensi wisata yang siap untuk dikembangkan, bahkan sangat mungkin untuk ditetapkan sebagai Desa Wisata. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, SE pada saat Penataan Lingkungan dan Pemlaspas Pesiraman Griya yang ada di Desa Susut pada Sabtu (19/5/2018). Pihaknya mendorong agar sejumlah desa di Kecamatan Susut, termasuk Desa Susut seris menata dan menggali potensi wisata yang ada di desanya sehingga kedepannya bisa ditetapkan sebagai desa wisata.
Wabup Sedana Arta menegaskan, ...
-
Dalam rangka meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat Pemerintah Desa Susut mengembangkan Sistem Informasi Desa berbasis website. Sistem yang dipergunakan berplatform OpenSID. Platform ini digunakan mengingat sistem ini gratis dan tidak membebani desa dalam biaya pengadaan software atau sistem operasi.
Pengembangan Sistem Informasi Desa dimaksudkan untuk membuka akses informasi publik kepada seluruh masyarakat, baik masyarakat lokal, nasional maupun internasional. Hal ini dimungkinkan mengingat sistem informasi yang dibangun berbasis ...
-
Desa Susut kaya akan potensi desa, baik potensi sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia. Berikut kami sajikan potensi Desa Susut :
A. POTENSI SUMBER DAYA ALAM
B. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA
Desa Susut memiliki banyak UMKM yang bergerak pada bidang kesenian baik seni ukir, seni patung dari pasir, anyam, perak, alat musik dan barang hias lainnya. Beberapa contoh dari potensi Desa Susut adalah sebagai berikut :
KERAJINAN UKIR PASIR HITAM/PASIR MELELO
Salah satu banjar di Desa Susut yaitu Banjar Susut Kelod terkenal ...
-
"SEETAN" merupakan salah satu jenis absen tradisional yang masih diterapkan di Dusun/Br.Susut Kelod, Susut, Bangli yang memiliki bentuk sangat unik. Kata SEETAN berasal dari kata SEET yang artinya ikat. Bentuk dari seetan ini memanjang dengan tiang-tiang kayu yang berdiri tegak.
Tiang-tiang kayu tersebut merupakan perwakilan dari krama desa/anggota yang masuk dalam organisasi desa adat. Penyusunan tiang yang mewakili setiap krama desa/anggota tersebut tidak boleh sembarangan, melainkan harus dimulai dari peduluan tertinggi yg letaknya di Luanan/Ulu(depan) ...
-
Dalam rangka memperluas wawasan masyarakat di pedesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi beserta pegiat dan pengamat desa berupaya menyusun buku-buku tentang tata kelola pemerintah desa. Berikut buku - buku tersebut disajikan di Perpustakaan Desa Susut ...
-
Selama enam dekade sejak 1945, Republik Indonesia tidak memiliki regulasi tentang desa yang kokoh, legitimate dan berkelanjutan. Perdebatan akademik yang tidak selesai, tarik menarik politik yang keras, kepentingan ekonomi politik yang menghambat, dan hasrat proyek birokrasi merupakan rangkaian penyebabnya.
Perdebatan yang berlangsung di sepanjang hayat selalu berkutat pada dua hal. Pertama, debat tentang hakekat, makna dan visi negara atas desa. Sederet masalah konkret (kemiskinan, ketertinggalan, keterbelakangan, ketergantungan) yang melekat ...